RINGKASAN

الوجيز في عقيدة السلف الصالح

 Intisari Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari

Tujuan Penulisan Buku Ini

Tujuan penulisan buku ini adalah sebagai solusi atas munculnya berbagai perpecahan dan perselisihan umat Islam yang menyebabkan lahirnya aliran-aliran modern dan kelompok-kelompok di medan dakwah.

Buku ini menjelaskan tentang aqidah Firqan Najiyah, Thoifah Manshurah, disebut juga dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Ahlul Hadits dan Ahlul Atsar Wal Ittiba’. Yaitu mereka yang berusaha menempuh seperti apa yang ditempuh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Definisi Aqidah

Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan.

Aqidah adalah apa yang menjadi ketetatapan hati seseorang secara pasti, baik itu benar maupun salah.

Aqidah secara istilah adalah keimanan yang mantap tanpa terkandung suatu keraguan sedikitpun pada orang yang meyakininya. Jika hal itu tidak sampai kepada keyakinan yang mantap tidak dinamakan aqidah.

Aqidah Islamiyyah artinya keimanan yang mantap dan teguh terhadap Rububiyyah Allah, Uluhiyyah-Nya, Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat dan keyakinan terhadap takdir yang baik maupun yang buruk, keimanan kepada semua perkara ghaib, pokok-pokok agama dan apa saja yang telah disepakati para Salafush Shalih dengan ketundukan yang bulat kepada Allah, dalam perintah, hukum-hukum-Nya, ketaatan kepada-Nya dan meneladani Rasulullah saw.

Aqidah Islamiyyah jika disebutkan secara mutlak (global), maksudnya: aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yaitu aqidah muslimin generasi sahabat Rasulullah, tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Nama lain Aqidah Islamiyyah:

  • At-Tauhid
  • As-Sunnah
  • Ushulud Dien
  • Al-Fiqhul Akbar
  • Asy-Syariah
  • Al-Iman

Salaf

  • Salaf (bahasa): Apa yang telah berlalu dan mendahului.
  • As-Salaf artinya kelompok pendahulu atau suatu kaum yang mendahului dalam perjalanan.
  • Salaf adalah orang yang telah mendahului anda, baik nenek moyang maupun kerabat keluarga anda yang berada di atas anda dari sisi umur dan kebaikannya.
  • As-Salafush Shalih digelarkan bagi generasi pertama dari kalangan tabi’in.
  • Salaf secara istilah adalah generasi pertama Islam (tiga abad pertama) yang dimulyakan, para imam yang diakui keimanannya, kebaikannya, kefahamannnya terhadap as-Sunnah dan keteguhannya dalam menjadikan as-Sunnah sebagai pedoman hidupnya dan menjauhi bid’ah.
  • Dalilnya:
    1. an-Nisa’: 115; “Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”
    2. at-Taubah: 100; “Orang-orang yang pertama kali masuk Islam di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan merekapun ridla kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
    3. Sabda Rasulullah saw:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ (رواه البخار ومسلم)

“Sebaik-baik manusia adalah (mereka yang) semasaku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Rasulullah, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik disebut salaf.

  • Orang yang menyeru seperti apa yang diseru oleh Rasulullah, para sahabat dan tabi’in disebut bermanhaj salaf.
  • Syarat pembatasan salaf adalah kesesuaian dengan al-Qur’an dan as-Sunnah dalam aqidah, hukum syar’i, dan ahlak dengan pemahaman para salaf.
  • Pemimpin Salafush-Shalih adalah Rasulullah. Al-Fath: 29.
  • Rujukan para Salafush Shalih ketika terjadi perselisihan adalah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. An-Nisa’ : 59.
  • Sebaik-baik salaf sesudah Rasulullah adalah para sahabat, lalu tabi’in dan tabi’ tabi’in (tiga generasi pertama Islam).
  • Maka, para sahabat dan tabi’in-lah yang berhak diikuti dikarenakan keimanan, kejujuran dan keikhlasan mereka dalam beribadah.
  • Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang mengikuti jejak Salafush Shalih dan berjalan di atas manhaj mereka.
  • Salafiyyah adalah metode Salafush Shalih dalam mempelajari Islam. Ini ditujukan bagi orang yang berpegang teguh dengan al-Qur’an, as-Sunnah dan pemahaman salaf.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *