HADITS 523-524 DARI KITAB TAUDHIHUL AHKAAM

وَعَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْيَدُ اَلْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اَلْيَدِ اَلسُّفْلَى, وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ, وَخَيْرُ اَلصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى, وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اَللَّهُ, وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اَللَّهُ. )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

  1. Dari Hakim bin Hizam, dari Nabi, beliau bersabda, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah dan mulailah dengan orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari kecukupan. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Dan barangsiapa menampakkan kecukupan, maka Allah akan mencukupkan kehidupannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih). Redaksi tersebut milik Bukhari.

Kosakata Hadits

AI Yad Al ‘Ulya wa AI Yad As-Sufla [tangan yang di atas dan tangan yang di bawah; Terdapat di dalam hadits Bukhari-Muslim: “ Sesungguhnya tangan yang di atas adalah yang mengeluarkan infak dan tangan yang di bawah adalah tangan yang meminta-minta.” An-Nawawi berkata, “Orang yang berinfak lebih tinggi derajatnya daripada orang yang mengambil, dan orang yang berinfak lebih tinggi dari orang yang meminta-minta.”

lbda ‘ Biman Ta’uul (mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu): Mencakup sedekah sunnah, wajib dan menafkahkan untuk keluarga.

Ta ‘uul orang yang membutuhkan dan menjadi tanggungan (dalam keluarga).

‘An Zhahri Ginan. Maksudnya sesuatu yang merupakan kelebihan dari orang yang berkecukupan dan lebih dari pemberian nafkah kepada keluarganya.

Man Yasta’fif. Maksudnya menahan diri dari melakukan perbuatan haram dan meminta-minta kepada orang lain.

Yu iffahullah (maka Allah akan menjaganya): Maksudnya ia menjadi orang terjaga (afif) lalu Allah memberikan rezeki berupa kebaikan, memberikan pertolongan, dan mencukupkan dari apa yang ada pada tangan-tangan manusia lain.

Man Yastaghni: Yaitu orang yang menampakkan kecukupan

Yughnihillah Maksudnya Allah akan memberikan rezeki kecukupan sehingga ia tidak membutuhkan orang lain.

Ash-Shadaqah: Di sini sebagai anjuran untuk mengeluarkan infak dan bergegas mengharapkan pahala.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَيُّ اَلصَّدَقَةِ أَفْضَلُ? قَالَ: “جُهْدُ اَلْمُقِلِّ, وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ” )  أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ

  1. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah pernah ditanya, “Wahai Rasulullah! Sedekah apa yang paling utama?” Rasulullah menjawab, “Sedekah orang yang ia sendiri membutuhkannya dan mulailah pada orang menjadi tanggunganmu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud) lbnu Khuzaimah, lbnu Hibban, dan Al Hakim menilainya shahih.

Peringkat Hadits

Hadits tersebut shahih dan dinilai shahih oleh lbnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim. Adz-Dzahabi menyetujuinya.

Kosakata Hadits

Ayyu: Perangkat istifham (kata tanya), ia menuntut terhadap sesuatu seperti ungkapan sedekah apa yang paling utama?

Juhdun: Adalah kekuatan dan kelapangan, ukuran kekuatan dan kelapangannya.

AlMuqil yaitu orang yang sedikit hartanya.

Hal-Hal Penting dari Hadits

  1. Tangan di atas adalah tangan yang memberi dan tangan yang di bawah adalah tangan yang diberi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, karena tangan yang di atas yang berbuat baik, sementara tangan yang di bawah yang menerima kebaikan. Karena tangan yang di atas juga tangan yang memberikan infak, sementara tangan yang di bawah adalah tangan yang menerima infak. Orang yang layak mendapatkan kebajikan adalah orang yang memberi.
  2. Anjuran bagi orang-onang kaya mtuk berbuat baik, memberikan sesuatu pada orang-orang yang membutuhkan, membantu saudara-saudara mereka yang miskin dengan kelebihan harta mereka, yaitu dengan menanggulangi kebutuhan dan menyanggah kesusahan mereka.

Dan ayat-ayat Al Qur’an mengenai hal di atas banyak sekali. Dan siapakah yang menyampaikan bahwa Allah menjadikan sedekah kepada orang-orang miskin sebagai pinjaman bagi mereka? Allah berfirman, “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”(QS.Al Hadiid [57]: 11).

  1. Sedekah sunnah tidak boleh diberikan kecuali berupa sesuatu yang merupakan kelebihan dari kebutuhan seseorang dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (996) Rasulullah bersabda, “ Cukuplah seseorang dinilai berdosa apabila ia menyia-nyiakan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” Dengan demikian apabila seseorang mengeluarkan sedekah dengan mengurangi kebutuhan orang-orang yang harus dibiayai, maka ia berdosa karena ia telah merubah sesuatu yang diperintahkan kepada hal-hal yang tidak diperintahkan, hingga ia menyia-nyiakan orang-orang yang menjadi tanggungannya dan yang harus diberikan nafkah.
  2. Sedekah yang sesuai dengan tempatnya adalah sedekah yang diberikan oleh pemiliknya, karena ia telah merasa berkecukupan dan memiliki kelebihan harta setelah menunaikan kebutuhan pokok, kebutuhan pribadi, dan kebutuhan orang-orang yang harus dinafkahkan. Allah berfirman, “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan? Katakanlah : yang lebih dari keperluan. ” (Qs. Al Baqarah [2]: 219). Yang dimaksud Al-Afwu adalah kelebihan harta dari kebutuhan yang ada.
  3. Di dalamnya ada keterangan disunnahkan untuk menahan diri dari meminta-minta, walaupun disertai dengan kebutuhan. Oleh karena itu seseorang tidak diperkenankan meminta-minta dan mengharapkan apa yang ada pada tangan-tangan manusia. Allah berfirman, “ Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya memelihara diri dari meminta-minta. ”(Qs. Al Baqarah [2]: 273) At-Ta’afuf pengertiannya adalah berbuat iffah pada dirinya terhadap apa yang ada di tangan orang lain dan menahan diri dari meminta-minta kepada mereka.
  4. Disunahkan menampakkan kecukupan dan bersikap sabar, ridha serta menerima perintah Allah dan bersifat qana’ah terhadap apa yang telah ada di sisinya, sekalipun sedikit dan bersikap ‘afiif (menjaga kehormatan diri) terhadap apa yang ada di tangan orang lain. Sebaliknya, orang yang berkecukupan lalu meminta-minta kepada orang lain atau menampakkan kesulitan untuk menipu diri sendiri agar diberikan sesuatu, maka yang demikian itu berarti telah menipu, berbuat bohong, dan mengambil harta yang haram. Adapun orang yang menampakkan kecukupan dan berbuat ‘iffah (menjaga kehormatan diri) dari apa yang ada di tangan orang lain, maka Allah akan mencukupkan dirinya dengan menutupi kebutuhan dan kecacatannya dan menjadikan hatinya bersifat qana’ah atau merasa cukup. Kekayaan seseorang bukan karena banyaknya hartanya, tetapi kekayaan yang baik adalah kaya hati.
  1. Sedekah yang paling utama adalah upaya yang dilakukan oleh orang yang memiliki harta sedikit. Yaitu dengan memberikan sedekah dari kelebihan harta setelah memenuhi kebutuhan pribadi dan kebutuhan keluarganya, sekalipun ia bukan pemilik harta yang banyak. Dengan demikian, maka susunan kalimat ini tidak bertentangan dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari (1361) dan Muslim (1043),“Sedekah yang baik adalah sedekah yang dikeluarkan saat lebih dari kecukupan.” Masing-masing hadits memiliki kandungan dan makna masing-masing. Dengan demikian, maka harus membatasi upaya keras yang dilakukan orang yang sedikit hartanya untuk melakukan sedekah dengan kelebihan harta dari kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang yang harus diberikan nafkah olehnya.
  1. Sesungguhnya orang yang tidak meminta kepada Allah sikap iffah dan merasa cukup, maka Allah tidak akan memberikan pertolongan kepadanya, bahkan hatinya senantiasa bergantung kepada sesuatu yang diharamkan oleh Allah dari nafsu syahwat dan Allah akan membuka untuknya pintu-pintu menuju keharaman. Inilah pemahaman hadits Nabi , “Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan menjaganya. Dan barangsiapa menampakkan kecukupan, maka Allah akan mencukupkan kehidupannya.”

Faidah .

Pertama, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata, “Hadits  سبق الفقراء بخمسمائة عام

“Orang-orang fakir miskin lebih dahulu (masuk urge) lima ratus tahun (daripada orang-orang kaya).”

Tidak menunjukkan keutamaan mereka atas orang-orang kaya, melainkan sebagian orang-orang kaya yang masuk setelah mereka memiliki derajat yang lebih tinggi.

Hadits ini memiliki hadits-hadits semakna yang mendukung yang menunjukkan bahwa keutamaan yang bersifat khusus tidak menunjukkan keutamaan yang bersifat umum.”

Kedua, melunasi utang lebih didahulukan daripada melaksanakan sedekah sunnah, karena melunasi utang hukumnya wajib dan hak-hak manusia itu sangat agung. Oleh karena itu terdapat hadits shahih, “Sesungguhnya mati syahid di jalan Allah dapat menghapus semua dosa, kecuali utang.”

Syaikhul Islam berkata, “Utang sama dengan seluruh hak-hak manusia dan perbuatan zhalim mereka.”

Ketiga, menyebut-nyebut sedekah merupakan dosa besar dan dapat menghilangkan pahalanya. Hal ini berdasarkan firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Qs. Al Baqarah [2]: 264).

Keempat, Abu Qilabah berkata, “Apakah ada sedekah yang paling besar pahalanya daripada sedekah yang diberikan kepada keluarganya, yang membuat mereka terjaga dari meminta-minta dan mencukupi mereka?. Hal ini dijelaskan dalam Shahih Muslim (994),

أفضل دينار ينفقه الرجل دينار ينفقه على عياله

“Dinar yang paling utama yang diinfakkan seseorang adalah dinar yang diinfakkan kepada keluarganya. ”

Kelima, Syaikhul Islam berkata, “Memberikan sesuatu kepada peminta-minta hukumnya fardhu kifayah apabila ia benar-benar meminta-mintanya.”

Al Qurthubi berkata, “Para ulama sepakat apabila muncul suatu kebutuhan pada diri umat Islam setelah ia menunaikan zakat, maka ia harus membelanjakan hartanya ke sana.”

Dikatakan didalam AI Iqna’, “Di dalam harta tidak ada hak yang wajib selain zakat menurut kesepakatan ulama. Begitupula memberi makan orang yang lapar dan sejenisnya juga wajib berdasarkan ijma’ ulama dan hal ini wajib apabila ada sebabnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *