PENCIPTAAN NABI ADAM #3

Sedangkan flrman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan ( ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; dia enggan dan takabur dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. al Baqarah [2]: 34)

Ini merupakan bentuk pemuliaan yang sangat besar dari Allah Ta’ala kepada Adam ketika Dia menciptakannya dengan tangan-Nya. Lantas Dia meniupkan ruh-Nya kepadanya, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah Ta’ala:

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS. al Hijr [15]: 29)

Ini merupakan empat kemuliaan (yang diberikan kepada Adam):

1. Adam diciptakan dengan tangan-Nya yang Mulia

2. Ditiupkan ruh-Nya kepadanya

3. Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk sujud kepadanya

4. Mengajarkannya nama-nama segala sesuatu.

Oleh karenanya, Musa al Kalim berkata kepada Adam ketika keduanya berkumpul di al Mala’ al A’la, dan keduanya saling berdebat sebagaimana yang akan dijelaskan berikutnya. Musa berkata: “Engkau adalah Adam, bapak umat manusia. Engkau telah diciptakan oleh Allah dengan tangan-Nya, meniupkan ruh-Nya ke dalam dirimu, diperintahkannya para malaikat untuk bersujud kepadamu, serta mengajarimu nama-nama segala sesuatu.”(HR Bukhari & Muslim)

Demikian halnya yang dikatakan oleh penduduk Mahsyar kepadanya di hari Kiamat. sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya dan akan dijabarkan berikutnya. Insya Allah Ta’ala.

Allah juga berfirman dalam ayat yang lain yang artinya “Sesungguhnya Kaml telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu. kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali lblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman. “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al A’raf [7]: 11-12).

Al Hasan al Bashri berkata: “Iblis telah menganalogikan sesuatu. Dialah yang pertama kali melakukan analogi.” Muhammad bin Sirin mengatakan: “Yang pertama kali mempraktekkan analogi adalah iblis. Tidaklah matahari dan bulan disembah melainkan dengan penganalogian seperti itu.” Keduanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Maksudnya adalah iblis memandang dirinya dengan cara menganalogikan dirinya dengan Adam. Iblis memandang dirinya lebih mulia dari Adam, sehingga ia menolak untuk bersujud kepadanya meskipun telah ada perintah yang ditujukan kepadanya dan segenap malaikat untuk sujud kepada Adam.

Apabila sebuah analogi bertentangan dengan nash, maka analogi tersebut adalah batil. Sedangkan analogi iblis tersebut adalah salah. Sebab. tanah lebih baik dan lebih bermanfaat bila dibandingkan dengan api. Karena tanah mengandung unsur kelembutan, kelenturan. ketenangan, dan perkembangan. Sedangkan api mengandung unsur kekasaran. kecepatan. dan membakar.

Disisi lain Adam telah dimuliakan oleh Allah. Sebab Allah telah menciptakannya dengan tangan-Nya dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya. Oleh karenanya, Allah Ta’ala memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepadanya. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam firman Allah Ta’ala yang artinya:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: “Hai iblis. apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. (QS. al Hijr [15]: 28-35)

Iblis berhak mendapatkan balasan tersebut dari Allah Ta’ala, sebab, ia telah merendahkan Adam, menghinanya serta menyombongkan dirinya, sebab ini bertentangan dengan perintah Allah Ta’ala dan menentang kebenaran, yaitu perintah untuk sujud kepada Adam.

Iblis mengemukakan alasan yang tidak berguna sama sekali. Bahkan alasannya tersebut lebih parah bila dibandingkan dosanya, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah dalam surat Al Isra’ yang artinya: Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. Tuhan berfirman: “Pergilah, barang siapa diantara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (QS. al Isra’[17]: 61-65)

Maksudnya, iblis telah keluar dari ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan kesengajaan, pembangkangan, dan kesombongan terhadap perintah Allah Hal tersebut tidak lain karena tabiat iblis dan asal penciptaannya yang buruk yang mendorongnya melakukan hal tersebut. Sebab. iblis diciptakan dari api. sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala dan juga tertera dalam hadits yang kami riwayatkan dalam kitab Shahih Muslim dari Aisyah dari Rasulullah beliau bersabda: “Malaikat diciptakan dari nuur (cahaya), jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah disebutkan kepada kalian.” (HR Muslim)

Al Hasan al Bashri berkata: “Iblis bukan termasuk golongan malaikat sama sekali..” Syahr bin Hausyab berkata: “lblis berasal dari kalangan jin. Ketika mereka membuat kerusakan di muka bumi. maka Allah Ta’ala mengutus sekelompok pasukan dari kalangan malaikat untuk membunuh mereka dan mengusir mereka ke tepian laut. Saat itu iblis salah satu dari mereka. Maka para malaikat pun membawanya ke langit dan tinggal di sana. Ketika para malaikat diperintahkan untuk bersujud. maka iblis menolaknya.”

lbnu Mas’ud, lbnu Abbas, sekelompok sahabat, Sa’id bin Musayyab dan lainnya berkata: “Iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia.” Ibnu Abbas berkata: “Nama Iblis tersebut adalah ‘Azazil.” Sedangkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan darinya disebutkan bahwa nama iblis tersebut adalah al Harits.

An Naqas mengatakan: “Julukan iblis tersebut adalah Abu Kardus ” Ibnu Abbas berkata: “lblis berasal dari kalangan malaikat yang disebut jin. Mereka adalah penjaga surga. Ia adalah yang paling mulia dan memiliki banyak ilmu dan ibadah. Ia memiliki empat sayap. Kemudian Allah menjadikannya syaithan yang terkutuk.”

diambil dari buku Kisah Para Nabi & Rasul, penulis asli al-Hafizh Ibnu Katsir. Pentahqiq Abu fida’ Ahmad bin Badruddin. diterbitkan Pustaka as-sunnah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *