TAISIIRUL ‘ALLAAM HADITS KE-55

KEUTAMAAN SHALAT JAMA’AH DAN KEWAJIBANNYA

Di antara ketinggian syariat ini, bahwa dia menetapkan kumpul, jama’ah dalam sekian banyak ibadah. Hal ini merupakan ungkapan tentang mu’tamar-mu’tamar Islam, yang di dalamnya orang-orang Muslim berkumpul agar mereka dapat saling berhubungan, saling mengenal dan bermusyawarah dalam urusan mereka, saling bekerja sama memecahkan permasalahan mereka dan juga bisa saling tukar pendapat di antara mereka.

Di dalam jama’ah-jama’ah ini terkandung manfaat yang besar dan faidah yang nyata, yang tidak dapat dibatasi sedemikian rupa, di antaranya mengajari orang yang bodoh, membantu orang yang lemah, melembutkan hati, menunjukkan kemuliaan Islam dan menegakkan syiar-syiarnya.

Yang pertama dari mu’tamar-mu’tamar ini ialah shalat jama’ah di masjid. Ini merupakan mu’tamar kecil di antara penduduk satu tempat, setiap siang dan malam mereka saling bertemu dan berkumpul sebanyak limakali di masjid mereka, sehingga mereka dapat saling berhubungan berkenalan, menabur benih persatuan Islam yang besar.

Hadits Kelima Puluh Lima

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذّ بسبع وعشرين درجة

“Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”

Penjelasan lafazh:

  1. AI-Fadzdzu artinya sendirian.
  2. 2. Darojah, menurut lbnul-Atsir, tidak dikatakan sebagai balasan, bagian atau yang seperti itu, karena yang dimaksudkan adalah pahala, yang termasuk sisi ketinggian dan keunggulan hingga ke sisi atas.

Makna Global:

Hadits ini mengisyaratkan penjelasan keutamaan shalat berjama’ah daripada shalat sendirian, karena di dalam shalat jama’ah terdapat faidah yang besar dan kemaslahatan yang nyata, yang melebihi dan mengungguli shalat sendirian, dengan dua puluh tujuh derajat pahala, karena di antara dua amal ini terdapat perbedaan yang mencolok untuk mencapai tujuan dan merealisir kemaslahatan.

Tidak dapat diragukan bahwa siapa yang menyia-nyiakan keuntungan yang besar ini, dia tidak akan mendapatkannya.

Kesimpulan Hadits:

  1. Penjelasan keutamaan shalat bersama jama’ah.
  2. Penjelasan sedikitnya pahala shalat sendirian jika dibandingkan dengan shalat jama’ah.
  3. Perbedaan pahala yang mencolok antara shalat jama’ah dan shalat sendirian.
  4. 4. Sahnya shalat sendirian dan diperbolehkannya, karena lafazh “Lebih utama” didalam hadits ini menunjukkan bahwa masing-masing dari dua shalat ini memiliki keutamaan, tapi yang satu memiliki keutamaan lebih banyak dari yang lain. Hal ini berlaku untuk orang yang tidak memiliki a Adapun orang yang memiliki alasan, pahalanya tetap sempurna.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *